Rabu, 31 Oktober 2012

Hidung elektronik kurangi gangguan mendengkur

NAMA       : ACHMAD ROMADHONI
KELAS       :3EA17
NPM          : 10210090
MATKUL   : PERILAKU KONSUMEN


Gangguan pernapasan saat mendengkur atau yang biasa disebut obstructive sleep aonea rupanya tengah menjadi buah bibir lantaran tingginya tingkat gangguan tersebut belakangan ini.namun perlahan tapi pasti gangguan ini kini sudah bisa di antisipasi seiring hadirnya 'hidung elektronik"untuk mengurangi hal itu suntuk mendapatkan kenyamanan tidur anda.berdasarkan para peneliti dari universitas of saskatchewan, gangguan tidur ini terjadi ketika saluran pernafasan seseorang tertutup sementara saat tidur, terutama bagi orang yang suka mendengkur dalam tidurnya.terkadang ditengah tidur,pengidap gangguan ini akan terbangun dalam kondisi termegap megap.ironisnya, pengidap gangguan ini berisiko terkena penyakit kardiovaskular (mudah mengantuk) selalu lelah ataupun salit kepala hingga mati mendadak.
Pasalnya jantung juga akan tiba tiba ikut berhenti saat pernapasan terhenti seketika.namun pengidapnya sendiri seringkali tak yang menyadari jika mereka atau anggota keluarga mereka terkena gangguan pernapasa akut ini.beruntung tim peneliti daru jerman menciptakan sebuah hidung elektronik yang dapat digunakan untuk mendiagnosis sleep apnea.bahkan hidung canggih ini dapat didiagnosis lebih cepat dan lebih murah ketimbang metode yang telah ada seperti pemeriksaan tidur semalaman, pasalnya secara teknis metode ini tidak praktis serta menghabiskan banyak waktu dan biaya.hidung elektronik ini mampu membedakan ada tidaknya sleep apnea pada diri seseorang dengan cara menganalisis pola senyawa organik volatil.(VOC).
Dakam hal peneliti ini mengaitkan sleep apnea dengan peradangan pada saluran pernafasan bagian atas sehingga nafas yang keluar dari partisipan dianggap dapat digunakan untik mendeteksi adanya sleep apnea pada seseorang atau tidak.lalu peneliti menggunakan model analisis statistik untuk menghitung akurasi hidung elektronik yang mereka ciptakan.
Peneliti juga mengumpulkan sampel lendir yang ada pada tenggorokan partisipan untuk mengukur kemajuan kondisi sleep apnea partisipan pasca menjalani pengobatan CPAP.tujuanya tak lain untuk mengetahui efektivitas pengobatan standar sleep apnea yaitu continuous positive airway preassure.dan hasilnya hidung elektronik tersebut dapat mendiagnosis sleep apnea secara efektif.bahkan analisis statistik menunujukan bahw sleep apnea pada partisipan daoat terdeksi dengan tingkat sensitivitas hingga 93 persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar