Selasa, 04 Desember 2012

Kegagalan Garuda Senior salah siapa??

NAMA           : ACHMAD ROMADHONI
KELAS          : 3EA17
NPM              : 10210090
MATKUL      : PERILAKU KONSUMEN



Tim nasional sepakbola (Timnas) Indonesia gagal ke babak semifinal piala AFF 2012 untuk kedua kalinya setelah pernah terjadi pada piala AFF 2008.Kegagalan itu memang menyakitkan apalagi penyebabnya karena taklkuk 0-2 dari rival serumpun, Timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil Malaysia.Sabtu lalu.
Siapa yang harus disalahkan dari kegagalan ini??Pealtih Timnas Indonesia Nilmaizar kah, para pemain kah, pengurus Timnas Indonesia Benhard Limbong, pengurus PSSI Pimpinan Djohar Arifin Husin, atau akibat kondisi sepakbola indonesia yang tidak kondusif?
Tampaknya yang paling mudah disalahkan tentu adalah pelatih.dari berbagai kondisi yang terjadi dalam tim sepakbola yang gagal meraih prestasi, pelatih adalah alamat paling mudah untuk dipersalahkan.Lihatlah pemilik chelsea Roman Abramovich yang sudah mengganti sembilan kali pelatihnya, hingga saat ini kursi panas itu diduduki Rafael Benitez menggantikan Roberto Di Matteo, Kondisi chelsea yang bertaburan pemain bintang namun belakangan mengalami degradasi prestasi, tentu tak bisa disamakan dengan sepakbola indonesia.saat pembentukan garuda senior mengalami kesulitan materi pemain karena klub yang berkompetisi di Liga Super Indonesia tak mengizinkan pemainnya bergabung dengan Timnas Indonesia.
Bahkan, sempat terjadi dualisme tim nasional, yakni bentukan PSSI Yang dipimpin Nilmaizar, dan Tim bentukan Alfred Riedel.Pelatih asal Austria ini diuntungkan materi pemain-pemain senior yang sudah malang melintang diberbagai pertandinagn seperti, Hamka hamzah, Firman utina, Ahmad bustomi, Ponaryo astaman atau Bambang Pamungkas.Bepe sapaan Bambang pamungkas yang sempat mengikuti pelatnas dengan nilmaizae mampu menjadi orang merdeka tetapi tidak dengan lainya semacam Firman dan Hamka.setelah meninggalkan pelatnas, Bepe memtutuskan tak mau bergabung dengan tin Nil dan Riedl hingga akhirnya kembali bergabung setelah AFF Hanya mengakui pasukan Nil Maizar.dengan keterbatasan suplai pemain, Nilmaizar tetap berupaya membentuk Timnas Indonesia mereka menjalani sebuah pertandinagn internasional, seperti tampil di Annakbah di Palestina, Brunei Darussalam, atau sejimlah ujicoba dengan Vetnam, Kore ytara Palestina atau Timnas Kamerun.keterbatasan pemain Indonesia tampil di Grup B Piala AFF 2012 Melawan Laos 2-2, menundukan Singapura 1-0 serta Tumbang 2-0 dari tuan rumah Malysia.dan Indonesia pun gagalke babak semifinal yang menggunakan sistem Home&away dan kejadian ini mengulang pencapaian pada piala AFF 2008.
Lantas siapa yang disalahakan?kalau mengganti pelatih seperti yang sudah-sudah itu bukanlah keputusan yang dibutuhkan sepakbola Indonesia.Seperti halnya Limbong sebagai penagnggung jawab Timnas Indonesia maka Nil dan pemain juga tak bisa disalahkan, tetapi yang slah adalah kondisi sepakbola Indonesia yang sangat tak nyaman sejak dua tahu terakhir.Konflik PSSI dan KPSI adalah penyebab terpuruknya sepakbola indonesia yangh etrancam oleh FIFA Dalam kondisi yang tak menentu ibarat dua anak berkelahi dalam satu rimah, maka peran orangtua lah yang dibutuhkan sebagai solusi.
Demikian juga di sepakbola Indonesia.dibutuhkan campur tangan pemerintah yang tegas, bukan hanya retorika seperti yang kita dengar selama ini sayang, pemerintah tak berani membuat keputusan untuk mengakhiri konflik sepakbola yang sangat memuakan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar