Jumat, 28 Desember 2012

Anggarannya Membanjir Airnya juga Membanjir

NAMA           : ACHMAD ROMADHONI
KELAS          : 3EA17
NPM              : 10210090
MATKUL      : PERILAKU KONSUMEN


Tanyakan kepada ibu rumah tangga yang baru pulang dari pasar.kalau bukan mengeluh harga yang melambung tinggi, pasti barang yang dicari tidak ada.sudah dimaklumi oleh kita para lelaki jika untuk selisih seribu rupiah ibu-ibu rela jalan lebuh jauh dan ngotot menawar.setiap rupiah harus diperjuangkan agar gaji yang pas pasan dari suami bisa sampai ke ujung bulan sebelum mendapat jatah untuk bulan berikutnya.
Begitu juga seharusnya para pejabat negara yang dititipi uang rakyat untuk membelanjakan uangnya untuk kesejahteraan warga.mengapa mereka berfoya-foya untuk proyek-proyek yang tidak memperlihatkan hasil nyata.bahkan merekayasa kegiatan yang tidak pernah ada agar bisa ditilep duitnya.dalam kasus banjir, misalnya Pemprov DKI sudah menyediakan anggaran ratusan milyaran bahkan triliunan rupiah jumlahnya yang menangani bukan hanya pejabat Pemprov tapi juga Kementrian-dalam hal ini Kementrian Pekerjaan Umum.
Tapi mengapa landmark ibukota seperti Istana Merdeka, Bundaran HI dan JL.Thamrin tetap terendam ketika banjir datang sampah yang memenuhi sungai lama terangkat dan pejabat yang seharusnya bertanggung jawab adem ayem saja.
Maka kita dukung sikap Gubernur kita Joko Widodo, yang secra tegas akan mengganti pejabat-pejabat yang lamban dan adem ayem dalam menangani masalah kritis ini.
Banjir di ibukota sudah datang bertahun-tahun anggaran penangananya yang disediakan untuk mengatasinya ratusan miliar bahkan trilunan tapi eksen nyata dari dinas yang menanaganinya tidak terasa.satnya main keras mereka yang tidak bisa menangani masalah instansi yang dijabatnya, cuma dua tidak becus atau anteng menikmati proyeknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar