Jumat, 28 Desember 2012

Yang Miskin makin Miskin Yang Kaya makin Kaya

NAMA           : ACHMAD ROMADHONI
KELAS          : 3EA17
NPM             : 10210090
MATKUL     : PERILAKU KONSUMEN




Tahun 2012 presiden Susilo Bambang Yudhoyono di setiap pidatonya sering mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia Nomor 2 setelah Cina dalam kelompok negara G-20, Bahkan SBY merasa optimis dengan pertumbuhan ekonomi seperti itu tetap terjaga, maka programnya pro people (pro rakyat, pro job (pro lapangan pekerjaan) dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan meningkarkan lapangan pekerjaan.Klaim SBY tersebut diakui bank Indonesia yang mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri tahun ini sebesar 6,3 persen akan menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di dunaia setelah cina mencapai 7.8 persen.dalam lain kesempatan SBY juga mengakui meskipun pertumbuhan ekonomi lebih baik tapi angka kemiskinan indonesia masih di anggap tinggi sehingga perlu ada upaya untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.persentase angka kemiskinan kita memang cenderung menurun berkat kerja keras kita semua tapi jumlah 20-30 juta orang yang masih tergolong miskin, angka tersebut masih tinggi.
Klaim SBY atas pertumbuhan ekonomi indonesia memang sangat menggembirakan bagi rakkyat indonesia tetapi ternyata banyak kalanagan menilai kalim SBY tidak berdampak langsung kepada rakyat, karena yang miskin miskin, dam yang kaya makin kaya.pertumbuhan ekonomi kita memang bagus di tengah kondisi ekonomi dunia sekarang ini, indonesia masih mencapai angka plus namun petumbuhanitu tidak dirasakan rakyat khususnya rakyat miskin.justru sebaliknya terjadi yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.sebetulnya bukan pertumbuhan ekonominya tapi hanya laju ekonominya laju pertumbuhan tidak bisa menjadi ukuran atau menjadi gambaran ekonomi indonesia lebih baik dari negara lainya, apalagi sampai mengklaim pertumbuhan ekonomi nomor 2 setelah vina dalam negara-negara G-20, laju pertumbuhan ekonomi indonesia seperti sekarang ini tidak berdampak kepada penurunana angka kemiskinan, pengangguran secara signifikan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar