Minggu, 06 Oktober 2013

TUGAS 1 ETIKA BISNIS

NAMA         : ACHMAD ROMADHONI
KELAS         : 4EA17
NPM             : 10210090
MATKUL     : ETIKA BISNIS

ETIKA DAN KODE ETIK MENULIS DI MEDIA MASSA

ABSTRAK

Achmad Romadhoni. 10210090
Penelitian Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2013
Kata Kunci: Etika, Kode Etik, Media Massa

Komunikasi massa atau identik dengan komuinkasi yang bermedia semakin diminati masyarakat dan sudah menjadi barang tentu akan terjadi persaingan yang semakin ketat dikalangan pengusaha yang bergerak di bidang media massa.  Tekhnologi komunikasi secara global menimbulkan dampak yang cukup berarti bagi kehidupan masyarakat.selain berdampak positif, perkembangan itu juga mengakibatkan dampak negative bagi kelangsungan hidup manusia.Dengan kemajuan tekhnologi tersebut, salah satunya adalah dalam bentuk Media Massa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui supaya menjadi tahu dan berwawasan bagaimana Etika dan Kode etik menulis di Media Massa itu seperti apa. Pokok-pokok Kode etik dalam Komunikasi di Media Massa terdiri dari : Keharusan mengembangkan kebiasaan meneliti, Menumbuhkan kebiasaan sikap adil dengan memilih dan menampilkan fakta dan pendapat secara terbuka, Menanamkan kebiasaan menghormati perbedaan pendapat dengan memperlihatkan dan mendorong berbagai ragam ragam argument dan pendapat.


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Tekhnologi komunikasi secara global menimbulkan dampak yang cukup berarti bagi kehidupan masyarakat.selain berdampak positif, perkembangan itu juga mengakibatkan dampak negative bagi kelangsungan hidup manusia.Dengan kemajuan tekhnologi tersebut, salah satunya adalah dalam bentuk Media Massa.Dengan kemajuan tekhnologi tersebut, Komunikasi massa atau identik dengan komuinkasi yang bermedia semakin diminati masyarakat dan sudah menjadi barang tentu akan terjadi persaingan yang semakin ketat dikalangan pengusaha yang bergerak di bidang media massa.Media komunikasi massa tersebut adalah media cetak yang sering kita jumpai yaitu Koran, tabloid, brosur, majalah dan lain-lain.Kuatnya pengaruh dari kegiatan komunikasi melalui media massa itu akan menyulitkan kita untuk memilah dan memilih informasi mana yang sebaiknya diserap oleh pengguna media massa tersebut.
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
             1.2.1 Rumusan Masalah :
“Bagaimana Etika dan Kode Etik Menulis di Media massa” ?
1.2.2                                  1.2.2 Batasan Masalah :
Penulis hanya membatasi permasalahan yang berhubungan dengan pembahasan bagaimana etika dan kode etik menulis di Media Massa.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui supaya menjadi tahu dan berwawasan bagaimana Etika dan Kode etik menulis di Media Massa itu seperti apa.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Etika
Etika Berasal dari bahasa asing : Ethic(s) adalah bahasa inggris, Ethica adalah Bahasa Latin, dan Ethique adalah Bahasa Prancis.Artinya adalah “Standar tingkah laku”.Ethic(s) adalah : Perilaku manusia yang baik yaitu tindakan yang tepat, yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan moral pada umumnya.
Etika ( Bahasa Indonesia ) adalah : kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau moral seseorang.atau juga Nilai mengenai Benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Pengertian Etika yang dirumuskan oleh beberapa para ahli : Menurut Drs. O.P. Simorangkir : Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Menurut Drs.Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang ditentukan oleh akal.
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam : Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembanganya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.Etika member manusia orientasi bagaimana menjalankan hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup.Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Etika sendiri adalah ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusuilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral.manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak lainya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara dengan jasmaninya.terdapat dua macam etika (keraf.1991 :2003) sebagai berikut:
·         Etika deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sesuatu yang bernilai.artinya etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.
·         Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimilki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini.
2.2 Pengertian Kode Etik
            Kode etik dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Kode etik  dijadikan standar aktivitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman.Masyarakat pun menjadikan sebagai pedoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi.
Konvensi Nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi.
Fungsi kode etik yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi.fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449 ) yang lebih mementingkan kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional.
Biggs dan Blocher ( 1986 : 10 ) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu: 1.Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. (2). Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. (3). Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.
2.3 Pengertian Media dan Media Massa
            Menurut kamus besar Bahasa Indonesia media dapatdiartikan sebagai : 1.Alat. 2. Alat atau ( sarana ) komunikasi seperti majalah, radio, televise, film, poster dan spanduk.
            Secara harfiah kata Media memiliki arti “Perantara” atau “Pengantar”.Association for education and communication technologi (AECT) Mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang di pergunakan untuk sutu proses penyaluran informasi.
            Sedangkan education association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik.
            Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan perasaan bagi sipenggunanya.
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV ( Cangara, 2012 ).Media Massa adalah factor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi ( belajar social ).
Efendy (2000) media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikasi berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh.Keuntungan berkomunikasi dengan menggunakan media massa adalah bahwa media massa adalah bahwa media massa menimbulkan keserampakan artinya suatu pesan dapat diterima oleh komunikasi yang jumlahnya relative banyak.jadi untuk menyebarkan informasi, media massa sangat efektif yang dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku komunikasi.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

            Metode penulisan ini dengan cara mencari sumber-sumber di internet tentang etika dan kode etik menulis di media massa. Selain itu data penulisan ilmianh ini menggunakan data sekunder yang penegertiannya adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara ( diperoleh dan dicatat oleh pihak lain ).data sekunder umumnya berpa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.

BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam membahas komunikasi Massa dalam konteks ini media massa baik itu cetak, audio, audio visual, maupun computer sebagai media internet, maka akan dihadapkan dengan kehidupan social.Dan pada saat itu juga maka media massa akan berhadapan dengan masalah etika.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada dasarnya media massa tidak bebas nilai.Dalam hal ini penulis memaparkan beberapa pengertian etika dalam konteks komunikasi massa.Jika dihubungkan dengan komunikasi massa kita dapat menganalisa dari komponen komunikasi massa itu sendiri.Bahwa komunikasi selalu berhadapan dengan masyarakat luas dan tidak lepas dari media, dan pelaku komunikasi massa itu sendiri adalah manusia biasa, yang mana dalam keseharianya memiliki hawa nafsu atau mempunyai keingintahuan bahkan tuntutan profesi yang memungkinkan menghalalkan segala cara, dalam konteks ini system atau komponen yang berada dilembaga media massa dimana orang itu tergabung di industry media massa itu sendiri.
Kata-kata “Etika” sering juga disebut dengan etik saja.etik mempunyai nilai-nilai social dan budaya yang telah disepakati masyarakat sebagai norma yang dipatuhi bersama.karena nilai yang disepakati bersama itu tidak selalu sama pda masyarakat, maka norma etik akan berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainya.dalam media massa sendiri, dapat ditemukan pada realita yang ada.sebut saja permasalahan penerbitan majalah playboy di Amerika dengan di Indonesia.Di Negara paman Syam tersebut terlihat biasa-biasa saja dan tidak ada yang aneh pada penerbitan itu.Sedangkan di Indonesia majalah yang ber ikon kan kelinci berdai itu mendapat kecaman dari berbagai pihak.Gambaran itu merupakan salah satu contoh datangnya budaya barat pada Negara kita, meskipun banyak prinsip etik yang bersifat universal, sehingga diperlukan kehati0hatian dalam mempelajari norma etik yang dating dari luar.apakah telah selaras dengan nilai-nilai masyarakat kita sendiri, khususnya nilai-nilai masyarakat kita sendiri,apalagi jika nilai nilai tersebut hendak diserap atau diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat secara luas.
Pokok-pokok Kode etik dalam Komunikasi di Media Massa
Sebagaimana keterangan sebelumnya, bahwa dengan semakin banyaknya jumlah media massa, maka persaingan tersebut pekerja pers akan semakin terburu-buru menyiapkan informasi dan tayanganya.akibat keterdesakan waktu maka tingkat ketelitian akan semakin berkurang pula.ketika inilah terjadi kelalaian atau pelanggaran terhadap nilai-nilai etis dalam komunikasi massa.
Dalam mengemukakan sebuah basis komunikasi, Karl Wallace mengembangkan sebuah perspektif politik.ia member garis besar dari empat moralitas atau garis besar pedoman etika yang berakar dalam nilai-nilai demokratis ini.
1.      Keharusan mengembangkan kebiasaan meneliti yang tumbuh dari pengenalan bahwa selama melakukan komunikasi, si pelaku adalah sebagai sumber primer.
2.      Menumbuhkan kebiasaan sikap adil dengan memilih dan menampilkan fakta dan pendapat secara terbuka.
3.      Komunikator harus terbiasa mengutamakan motivasi umum daripada motivasi pribadi.
4.      Menanamkan kebiasaan menghormati perbedaan pendapat dengan memperlihatkan dan mendorong berbagai ragam ragam argument dan pendapat.

Dalam praktek komunikasi massa banyak sekali yang harus dijadikan landasan etis.diantara sifat etis tersebut adalah berani membela kebenaran, bertanggung jawab, besikap demokratis, sportif, mengakui kesalahan, menghormati hak asasi dan kebebasan orang lain, berlaku sopan santun dan tenggang rasa, mementingkan keselamatan orang banyak, objektif, tidak memihak, cermat atau teliti, tidak memutarbalikan fakta, tidak memfitnah atau menghasut, menghindari sensasi, menghindari porno atau cabul, menghindari sadism, tidak menerima imbalan demi tidak menyiarkan berita dan lain sebagainya.
Pokok-pokok Etika dalam Komunikasi di Media Massa terdiri dari :
1.      Fairness
Pada bagian ini yang penting dalam komunikasi massa adalah unsure objektif, yakni kejujuran dalam menyampaikan fakta.sejauh mana seharusnya objektifitas menjadi standar penulisan berita yang etis dalam media cetak maupun elektronik.

Unsure Fairness selain tersebut diatas adalah bersikap wajar dan patut,sesuatu yang dipyblikasikan tidak boleh terlepas dari unsure kepatutan menurut etika yang berlaku.misalnya menyinggung perasaan pembaca, terutama korban yang menderita dari apa yang dipublikasikan.

Unsur objektivitas atau kejujuran dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu kunci sukses seorang wartawan dan juga kunci sukses institusi tempatnya bekerja.masyarakat pembaca, pendengar, dan pemirsa tidak boleh kehilangan kperecayaan dan informasi yang dipublikasikan.sekali saja masyarakat merasa dibohongi, maka boleh jadi selamanya kepercayan akan hilang.dan kondisi seperti itu merupakan awal kehancuran karir wartawan atau lembaga itu sendiri.”semakin baik seorang semakin baik mendekati objektivitas.
2.      Responsif
                Pebisnis yang baik adalah selalu mau menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan pelanggan.jika ada masalah selesaikan lah setiap pertanyaan dari konsumen sebaiknya dijawab dengan baik dan benar agar konsumen puas dengan respon anda dan tetap loyal.
3.      Akurasi
           Unsure pokok dalam etika komunikasi massa adalah ketepatan data atau informasi yang disiarkan kepada khalayak.pada pokok ini penyaji informasi diharuskan untuk menyajikan informasi yang akurat dalam artian berita itu benar adanya dan tidak dibuat-buat.sehingga selain media pada saat ini sudah berkembang pesat, mulai media resmi atau mempunyai izin dan media yang tidak berizin, jika organisasinya ingin bertahan lama atau dapat dipercaya khalayak maka hal ini patut untuk dilakukan oleh organisasi media demi menjaga kepercayaan dan pencitraan kepada masyarakat.sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas.
4.      Bebas dan Bertanggung Jawab
Pada tahapan ini pemakalah mengartikan bahwa pelau media khususnya pada pemburu berita ketika melihat secaralangsung ada kecelakaan, yang mana dalam situasi tersebut tidak seorangpun yang mengetahui dan hanya pemburu berita itulah yang mengetahuinya.dalam situasi ini tindakan yang segera diambil adalah meliput terlebih dahulu, melainkan menolong baru meliput.karena jika yang dilakukan demikian maka unsure dalam poko etika komunikasi massa tidak akan hilang dan wartwan tesebut akan menadapatka keduanya.
5.      Kritik Konstruktif
Dalam hal ini media masswa sanagat berperan aktif sekali untuk menilai kejadian-kejadian yang memerlukan kritikan atau sorotan dari media untuk di informasikan kepada masyarakat.hanya saja kritik yang bersifat membangun atau dari informasi yang mereka sajikan kepada khalayak diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat kepada hal yang positif.karena media sendiri mempunyai andil yang sangat besar dalam pencitraan terhadap khalayak diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat kepada hal yang positif.

BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1  Kesimpulan

Dalam Perspektif komunikasi pembahasan tentang etika komunikasi akan dititikberatkan pada pengertian etika itu sendiri.pertimbangan etis bukan hanya di antara baik dan buruk, juga bahkan diantara baik dan buruk, etika juga harus merujuk kepada patokan nilai, standar benar dan salah.setiap orang mudah menerbitkan surat kabar atau majalah dan mendirikan stasiun televisi atau radio siaran.peran etika tentu sangat penting terutama bagi para pengelola dan media tersebut.Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bias menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience luas dan heterogen.kelebihan media masa disbanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bias mengatasi hambatan dan waktu.bahakan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tidak terbatas.media massa memberikan informasi tentang perubahan yang lebih baik.dan cirri utama dari media massa adalah ditujukan pada kontak perseorangan.

5.2  Saran

Dari kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran kepada Pihak Media massa Pihak media massa dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengetahui bagaimana pentingnya etika ank ode etik untuk menulis di media massa tersebut.Hendaknya melakukan perbaikan dan pembenahan supaya lebih baik lagi didalam memberikan berita kepada khalayak umum.
.
DAFTRA PUSTAKA





           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar