Minggu, 06 Oktober 2013

TUGAS 2 ETIKA BISNIS

NAMA           : ACHMAD ROMADHONI
KELAS           : 4EA17
NPM               : 10210090
MATKUL       : ETIKA BISNIS

ETIKA DALAM BISNIS

ABSTRAK

Achmad Romadhoni. 10210090
Penelitian Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2013
Kata Kunci: Etika,Bisnis
Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang professional. untuk mengetahui supaya menjadi tahu dan mengerti akan pentingnya bagaimana Etika Bisnis itu digunakan dalam menjalankan suatu bisnis. apakah pelaku bisnis yang ada disekitar kita menggunakan etika didalam menjalankan bisnisnya? Etika bisnis diperlukan karena kita berbisnis melibatkan dengan orang lain dan berinteraksi dengan orang lain, selain itu jika kita mempunyai etika maka akan terbinanya suatu keseimbangan sosial-ekonomi antara pebisnis tersebut. Jika tidak, bagaimanakah bentuk pelanggarannya? Walaupun tak secara lengkap, Perbincangan tentang  “etika bisnis” di sebagian besar pemikiran pebisnis terasa bertentangan dalam dirinya sendiri, mana mungkin ada bisnis yang bersih, bukankah setiap orang yang berani memasuki wilayah bisnis berarti ia harus berani (paling tidak) “bertangan kotor”. namun jelas masalah yang hendak dikemukakan adalah praktek dunia usaha yang tidak sehat. Banyak seminar, tulisan serta komentar-komentar para cendekiawan mengenai topik – topik krisis moral seperti korupsi, kolusi, oligopoli, manipulasi dan sebagainya. Bagaimana Cara Mengatasinya?dengan menggunakan prinsip otonomi,kejujuran,keadilan dan saling menguntungkan.

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Kejujuran yang ekstrim, kemampuan untuk mengenalisis batas-batas kompetisi seseorang, kemampuan untuk  mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Jika kita ingin mencapai target ditahun 2014, sudah saatnya dunia bisnis kita mampu menciptakan kegiatan bisnis yang  bermoral dan beretika, yang terlihat perjalanan yang seiring dan saling membutuhkan antara golongan menengah kebawah dan pengusaha golongan atas.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi dan kita selaku pealaku bsinis akan terhindar dari yang namanya pelanggaran yang menyimpang di dalam etika bisnis.
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
                1.2.1 Rumusan Masalah :
·   Apakah pelaku Bisnis yang ada disekitar kita menggunakan etika didalam menjalankan bisnisnya ?
·         Jika Tidak, bagaimanakah bentuk pelanggaranya?
·         Apakah Faktor Penyebabnya ?
·         Bagaimana Cara Mengatasinya ?
1.2.2                                        1.2.2  Batasan Masalah :
            Penulis hanya membatasi permasalahan yang berhubungan dengan pembahasan                          bagaimana etika dalam berbisnis.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui supaya menjadi tahu dan mengerti akan pentingnya bagaimana Etika Bisnis itu digunakan dalam menjalankan suatu bisnis.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Etika
Etika Berasal dari bahasa asing : Ethic(s) adalah bahasa inggris, Ethica adalah Bahasa Latin, dan Ethique adalah Bahasa Prancis.Artinya adalah “Standar tingkah laku”.Ethic(s) adalah : Perilaku manusia yang baik yaitu tindakan yang tepat, yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan moral pada umumnya.
Etika ( Bahasa Indonesia ) adalah : kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau moral seseorang.atau juga Nilai mengenai Benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Pengertian Etika yang dirumuskan oleh beberapa para ahli : Menurut Drs. O.P. Simorangkir : Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Menurut Drs.Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang ditentukan oleh akal.
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam : Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Etika sendiri adalah ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusuilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral.manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak lainya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara dengan jasmaninya.terdapat dua macam etika (keraf.1991 :2003) sebagai berikut:
·         Etika deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sesuatu yang bernilai.artinya etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.
·         Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimilki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini.
2.2 Pengertian Bisnis
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya -penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Berikut ini Beberapa Definisi Bisnis Menurut Para Ahli :
1.      Huat, T Chwee (1990)
Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society.
2.      Steinford ( 1979)
Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
3.      Griffin dan ebert (1996)
“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.
Jenis-jenis Bisnis seperti yang tertera pada pemabahasan dibawah ini :
1.Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.
Contohnya : hanya ada satu perusahaan yang menangani kereta api di Indonesia yaitu, PT.KAI
2. Monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasardi mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap.
3. Oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
 Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
4. Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.
2.3 Pengertian Etika Bisnis
Merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.Pengertian Etika bisnis menurut beberapa ahli :
Menurut Velasques (2002)
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Menurut Steade et al (1984: 701)
Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.
Menurut Hill dan Jones (1998)
Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.
Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri.
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility).
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh. pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
4. Menciptakan persaingan yang sehat.
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”.
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi).
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar.
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah.
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Metode penulisan ini dengan cara mencari sumber-sumber di internet tentang etika bisnis.  Selain itu data penulisan ilmiah ini menggunakan data sekunder yang penegertiannya adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara ( diperoleh dan dicatat oleh pihak lain ).data sekunder umumnya berpa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.

BAB IV
PEMBAHASAN
Perkembangan sosial ekonomi akhir – akhir ini semakin marak menjadi sorotan. Walaupun tak secara gamblang, namun jelas masalah yang hendak dikemukakan adalah praktek dunia usaha yang tidak sehat. Banyak seminar, tulisan serta komentar-komentar para cendekiawan mengenai topik – topik krisis moral seperti korupsi, kolusi, oligopoli, manipulasi dan sebagainya. Fenomena ini menandai adanya suatu kesadaran untuk mencari alternatif solusi persoalan sosial di luar pertimbangan material dan rasional semata, tetapi juga pertimbangan – pertimbangan etik. Dewasa ini kalangan bisnis pun harus memiliki kesadaran akan pentingnya etika bisnis. Perubahan perdagangan dunia menuntut segera dibenahinya etika bisnis agar tatanan ekonomi dunia semakin membaik. Di Indonesia, perkembangan bisnis maju pesat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Mulai dari bisnis secara tradisional maupun bisnis secara on-line. Sejatinya, etika bisnis harus tertanam dalam jiwa para pebisnis, karena dengan etika bisnis yang baik tidak hanya keuntungan saja yang didapatkan namun kepuasan dan keloyalitasan konsumenpun akan didapatkan pula. Untuk itu, para pebisnis harus mengetahui hal – hal apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang pebisnis.
Ø  Pertanyaan Pertama adalah apakah pelaku bisnis yang ada disekitar kita menggunakan etika didalam menjalankan bisnisnya?
Menurut Saya:
Etika bisnis diperlukan karena kita berbisnis melibatkan dengan orang lain dan berinteraksi dengan orang lain, selain itu jika kita mempunyai etika maka akan terbinanya suatu keseimbangan sosial-ekonomi antara pebisnis tersebut. Bahkan dalam perkembangannya etika bisnis tidak lagi menjadi beban yang terpaksa harus dilaksanakan perusahan melainkan sudah menjadi salah satu strategi pengembangan bagi perusahaan.
Ø  Pertanyaan Kedua adalah Jika tidak, bagaimanakah bentuk pelanggarannya?
Menurut Saya:
Walaupun tak secara lengkap, Perbincangan tentang  “etika bisnis” di sebagian besar pemikiran pebisnis terasa bertentangan dalam dirinya sendiri, mana mungkin ada bisnis yang bersih, bukankah setiap orang yang berani memasuki wilayah bisnis berarti ia harus berani (paling tidak) “bertangan kotor”. namun jelas masalah yang hendak dikemukakan adalah praktek dunia usaha yang tidak sehat. Banyak seminar, tulisan serta komentar-komentar para cendekiawan mengenai topik – topik krisis moral seperti korupsi, kolusi, oligopoli, manipulasi dan sebagainya.
Ø  Pertanyaan Ketiga adalah  Apakah factor penyebabnya?
Menurut Saya:
Ada satu pandangan bahwa masalah etika bisnis seringkali muncul berkaitan dengan hidup matinya bisnis tertentu, yang apabila “beretika” maka bisnisnya terancam pailit. Disebagian masyarakat yang nir normative dan hedonistik materialistk, pandangan ini tampkanya bukan merupakan rahasia lagi karena dalam banyak hal ada konotasi yang melekat bahwa dunia bisnis dengan berbagai lingkupnya dipenuhi dengan praktik – praktik yang tidak sejalan dengan etika itu sendiri.
Ø  Pertanyaan Keempat adalah Bagaimana Cara Mengatasinya?
Menurut Saya:
Fenomena ini menandai adanya suatu kesadaran untuk mencari alternatif solusi persoalan sosial di luar pertimbangan material dan rasional semata, tetapi juga pertimbangan – pertimbangan etik. Selain itu bisa menggunakan norma – norma manakah atau prinsip etika yang berlaku dalam kegiatan bisnis. Beberapa prinsip umum etika Bisnis yangberlaku universal, Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam kegiatan bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia. Demikian pula, prinsip-prinsip itu sangat erat terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing – masing masyarakat. Bisnis Jepang akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat Jepang. Eropa dan Amerika Utara akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat tersebut dan seterusnya. Demikian pula, prinsip – prinsip etika bisnis yang berlaku di dindonesia akan sangat dipengaruhi oleh sistem nilai masyarakat kita.  Namun, sebagai etika khusus atau etika terapan, prinsip-prinsip etika yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah penerapan dari prinsip etika pada umumnya.  Disini secara umum dapat dikemukakan beberapa prinsip etika bisnis tersebut.
  • Prinsip otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Untuk bertindak secara otonom,  diandaikan ada kebebasan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keputusan yang menurutnya terbaik itu. kebebasan adalah unsur hakiki dari prinsip otonomi ini. Dalam etika, Kebebasan adalah prasyarat utama untuk bertindak secara etis, karena tindakan etis adalah tindakan yang bersumber dari kemauan baik serta kesadaran pribadi.
  • Prinsip kejujuran
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran.
  • Prinsip keadilan
Menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil, serta dapat dipertanggung jawabkan.  Keadilan menuntut agar setiap orang dalam kegiatan bisnis perlu di perlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.
  • Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle)
Menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak. Kalau prinsip keadilan menuntut agar tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya, prinsip saling menguntungkan secara positif menuntut hal yang sama, yaitu agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan satu sama lain. Prinsip ini terutama mengakomodasi hakikat dan tujuan bisnis. Karena anda ingin untung dan saya pun ingin untung, maka sebaliknya kita menjalankan bisnis dengan saling menguntungkan. Maka, dalam bisnis yang kompetitif, prinsip ini menuntut agar persaingan bisnis haruslah melahirkan win-win situation.
  • Prinsip integritas moral
Terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya. Dengan kata lain prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan dari dalam diri pelaku dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dibanggakan. Dan itu tercermin dalam seluruh perilaku bisnisnya dengan siapa saja, baik keluar maupun kedalam perusahaan

BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1  Kesimpulan

Demikian pula pemerintah nasional maupun asing, juga media massa dan masyarakat setempat. Dalam kondisi sosial, ekonomi, politik semacam Indonesia, masyarakat setempat bisa sangat mempengaruhi hidup matinya suatu perusahaan. Ketika suatu perusahaan beroperasi tanpa memperdulikan kesejahteraan, nilai budaya, sarana dan prasarana lokal, lapangan kerja setempat, dan seterusnya, akan menimbulkan suasana sosial yang sangat tidak kondusif dan tidak stabil bagi kelangsungan bisnis perusahaan tersebut. Dengan demikian, Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan disamping juga etika bisnis sangatlah dibutuhkan dalam suatu bisnis karena sifanya yang penting maka etika bisnis bias dikatakan sebagai Ujung Tombaknya suatu perputaran Bisnis yang akan dilakukan.

5.2  Saran

Dari kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran kepada Para Pembaca dan Bisnis man agar Bisa mematuhi dan menjalankan sebuah Program yang Dinamakan Etika Bisnis karena mutlak sangat penting dan apabila tidak dijalankan maka efeknya akan berbahaya bagi seorang Pelaku Bisnis.



DAFTAR PUSTAKA






           


TUGAS 1 ETIKA BISNIS

NAMA         : ACHMAD ROMADHONI
KELAS         : 4EA17
NPM             : 10210090
MATKUL     : ETIKA BISNIS

ETIKA DAN KODE ETIK MENULIS DI MEDIA MASSA

ABSTRAK

Achmad Romadhoni. 10210090
Penelitian Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, 2013
Kata Kunci: Etika, Kode Etik, Media Massa

Komunikasi massa atau identik dengan komuinkasi yang bermedia semakin diminati masyarakat dan sudah menjadi barang tentu akan terjadi persaingan yang semakin ketat dikalangan pengusaha yang bergerak di bidang media massa.  Tekhnologi komunikasi secara global menimbulkan dampak yang cukup berarti bagi kehidupan masyarakat.selain berdampak positif, perkembangan itu juga mengakibatkan dampak negative bagi kelangsungan hidup manusia.Dengan kemajuan tekhnologi tersebut, salah satunya adalah dalam bentuk Media Massa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui supaya menjadi tahu dan berwawasan bagaimana Etika dan Kode etik menulis di Media Massa itu seperti apa. Pokok-pokok Kode etik dalam Komunikasi di Media Massa terdiri dari : Keharusan mengembangkan kebiasaan meneliti, Menumbuhkan kebiasaan sikap adil dengan memilih dan menampilkan fakta dan pendapat secara terbuka, Menanamkan kebiasaan menghormati perbedaan pendapat dengan memperlihatkan dan mendorong berbagai ragam ragam argument dan pendapat.


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Tekhnologi komunikasi secara global menimbulkan dampak yang cukup berarti bagi kehidupan masyarakat.selain berdampak positif, perkembangan itu juga mengakibatkan dampak negative bagi kelangsungan hidup manusia.Dengan kemajuan tekhnologi tersebut, salah satunya adalah dalam bentuk Media Massa.Dengan kemajuan tekhnologi tersebut, Komunikasi massa atau identik dengan komuinkasi yang bermedia semakin diminati masyarakat dan sudah menjadi barang tentu akan terjadi persaingan yang semakin ketat dikalangan pengusaha yang bergerak di bidang media massa.Media komunikasi massa tersebut adalah media cetak yang sering kita jumpai yaitu Koran, tabloid, brosur, majalah dan lain-lain.Kuatnya pengaruh dari kegiatan komunikasi melalui media massa itu akan menyulitkan kita untuk memilah dan memilih informasi mana yang sebaiknya diserap oleh pengguna media massa tersebut.
1.2 Rumusan Masalah dan Batasan Masalah
             1.2.1 Rumusan Masalah :
“Bagaimana Etika dan Kode Etik Menulis di Media massa” ?
1.2.2                                  1.2.2 Batasan Masalah :
Penulis hanya membatasi permasalahan yang berhubungan dengan pembahasan bagaimana etika dan kode etik menulis di Media Massa.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui supaya menjadi tahu dan berwawasan bagaimana Etika dan Kode etik menulis di Media Massa itu seperti apa.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Etika
Etika Berasal dari bahasa asing : Ethic(s) adalah bahasa inggris, Ethica adalah Bahasa Latin, dan Ethique adalah Bahasa Prancis.Artinya adalah “Standar tingkah laku”.Ethic(s) adalah : Perilaku manusia yang baik yaitu tindakan yang tepat, yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan moral pada umumnya.
Etika ( Bahasa Indonesia ) adalah : kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau moral seseorang.atau juga Nilai mengenai Benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Pengertian Etika yang dirumuskan oleh beberapa para ahli : Menurut Drs. O.P. Simorangkir : Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Menurut Drs.Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang ditentukan oleh akal.
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam : Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembanganya sangat mempengaruhi kehidupan manusia.Etika member manusia orientasi bagaimana menjalankan hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari.itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup.Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Etika sendiri adalah ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusuilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral.manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak lainya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara dengan jasmaninya.terdapat dua macam etika (keraf.1991 :2003) sebagai berikut:
·         Etika deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sesuatu yang bernilai.artinya etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.
·         Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimilki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini.
2.2 Pengertian Kode Etik
            Kode etik dapat diartikan pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku.
Kode etik  dijadikan standar aktivitas anggota profesi, kode etik tersebut sekaligus sebagai pedoman.Masyarakat pun menjadikan sebagai pedoman dengan tujuan mengantisipasi terjadinya bias interaksi antara anggota profesi.
Konvensi Nasional IPBI ke-1 mendefinisikan kode etik sebagai pola ketentuan, aturan, tata cara yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktifitas maupun tugas suatu profesi. Pada dasarnya suatu tindakan yang tidak menggunakan kode etik akan berhadapan dengan sanksi.
Fungsi kode etik yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi.fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449 ) yang lebih mementingkan kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional.
Biggs dan Blocher ( 1986 : 10 ) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu: 1.Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah. (2). Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi. (3). Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.
2.3 Pengertian Media dan Media Massa
            Menurut kamus besar Bahasa Indonesia media dapatdiartikan sebagai : 1.Alat. 2. Alat atau ( sarana ) komunikasi seperti majalah, radio, televise, film, poster dan spanduk.
            Secara harfiah kata Media memiliki arti “Perantara” atau “Pengantar”.Association for education and communication technologi (AECT) Mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang di pergunakan untuk sutu proses penyaluran informasi.
            Sedangkan education association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik.
            Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan perasaan bagi sipenggunanya.
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, TV ( Cangara, 2012 ).Media Massa adalah factor lingkungan yang mengubah perilaku khalayak melalui proses pelaziman klasik, pelaziman operan atau proses imitasi ( belajar social ).
Efendy (2000) media massa digunakan dalam komunikasi apabila komunikasi berjumlah banyak dan bertempat tinggal jauh.Keuntungan berkomunikasi dengan menggunakan media massa adalah bahwa media massa adalah bahwa media massa menimbulkan keserampakan artinya suatu pesan dapat diterima oleh komunikasi yang jumlahnya relative banyak.jadi untuk menyebarkan informasi, media massa sangat efektif yang dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku komunikasi.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

            Metode penulisan ini dengan cara mencari sumber-sumber di internet tentang etika dan kode etik menulis di media massa. Selain itu data penulisan ilmianh ini menggunakan data sekunder yang penegertiannya adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara ( diperoleh dan dicatat oleh pihak lain ).data sekunder umumnya berpa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan.

BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam membahas komunikasi Massa dalam konteks ini media massa baik itu cetak, audio, audio visual, maupun computer sebagai media internet, maka akan dihadapkan dengan kehidupan social.Dan pada saat itu juga maka media massa akan berhadapan dengan masalah etika.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada dasarnya media massa tidak bebas nilai.Dalam hal ini penulis memaparkan beberapa pengertian etika dalam konteks komunikasi massa.Jika dihubungkan dengan komunikasi massa kita dapat menganalisa dari komponen komunikasi massa itu sendiri.Bahwa komunikasi selalu berhadapan dengan masyarakat luas dan tidak lepas dari media, dan pelaku komunikasi massa itu sendiri adalah manusia biasa, yang mana dalam keseharianya memiliki hawa nafsu atau mempunyai keingintahuan bahkan tuntutan profesi yang memungkinkan menghalalkan segala cara, dalam konteks ini system atau komponen yang berada dilembaga media massa dimana orang itu tergabung di industry media massa itu sendiri.
Kata-kata “Etika” sering juga disebut dengan etik saja.etik mempunyai nilai-nilai social dan budaya yang telah disepakati masyarakat sebagai norma yang dipatuhi bersama.karena nilai yang disepakati bersama itu tidak selalu sama pda masyarakat, maka norma etik akan berbeda antara masyarakat yang satu dengan yang lainya.dalam media massa sendiri, dapat ditemukan pada realita yang ada.sebut saja permasalahan penerbitan majalah playboy di Amerika dengan di Indonesia.Di Negara paman Syam tersebut terlihat biasa-biasa saja dan tidak ada yang aneh pada penerbitan itu.Sedangkan di Indonesia majalah yang ber ikon kan kelinci berdai itu mendapat kecaman dari berbagai pihak.Gambaran itu merupakan salah satu contoh datangnya budaya barat pada Negara kita, meskipun banyak prinsip etik yang bersifat universal, sehingga diperlukan kehati0hatian dalam mempelajari norma etik yang dating dari luar.apakah telah selaras dengan nilai-nilai masyarakat kita sendiri, khususnya nilai-nilai masyarakat kita sendiri,apalagi jika nilai nilai tersebut hendak diserap atau diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat secara luas.
Pokok-pokok Kode etik dalam Komunikasi di Media Massa
Sebagaimana keterangan sebelumnya, bahwa dengan semakin banyaknya jumlah media massa, maka persaingan tersebut pekerja pers akan semakin terburu-buru menyiapkan informasi dan tayanganya.akibat keterdesakan waktu maka tingkat ketelitian akan semakin berkurang pula.ketika inilah terjadi kelalaian atau pelanggaran terhadap nilai-nilai etis dalam komunikasi massa.
Dalam mengemukakan sebuah basis komunikasi, Karl Wallace mengembangkan sebuah perspektif politik.ia member garis besar dari empat moralitas atau garis besar pedoman etika yang berakar dalam nilai-nilai demokratis ini.
1.      Keharusan mengembangkan kebiasaan meneliti yang tumbuh dari pengenalan bahwa selama melakukan komunikasi, si pelaku adalah sebagai sumber primer.
2.      Menumbuhkan kebiasaan sikap adil dengan memilih dan menampilkan fakta dan pendapat secara terbuka.
3.      Komunikator harus terbiasa mengutamakan motivasi umum daripada motivasi pribadi.
4.      Menanamkan kebiasaan menghormati perbedaan pendapat dengan memperlihatkan dan mendorong berbagai ragam ragam argument dan pendapat.

Dalam praktek komunikasi massa banyak sekali yang harus dijadikan landasan etis.diantara sifat etis tersebut adalah berani membela kebenaran, bertanggung jawab, besikap demokratis, sportif, mengakui kesalahan, menghormati hak asasi dan kebebasan orang lain, berlaku sopan santun dan tenggang rasa, mementingkan keselamatan orang banyak, objektif, tidak memihak, cermat atau teliti, tidak memutarbalikan fakta, tidak memfitnah atau menghasut, menghindari sensasi, menghindari porno atau cabul, menghindari sadism, tidak menerima imbalan demi tidak menyiarkan berita dan lain sebagainya.
Pokok-pokok Etika dalam Komunikasi di Media Massa terdiri dari :
1.      Fairness
Pada bagian ini yang penting dalam komunikasi massa adalah unsure objektif, yakni kejujuran dalam menyampaikan fakta.sejauh mana seharusnya objektifitas menjadi standar penulisan berita yang etis dalam media cetak maupun elektronik.

Unsure Fairness selain tersebut diatas adalah bersikap wajar dan patut,sesuatu yang dipyblikasikan tidak boleh terlepas dari unsure kepatutan menurut etika yang berlaku.misalnya menyinggung perasaan pembaca, terutama korban yang menderita dari apa yang dipublikasikan.

Unsur objektivitas atau kejujuran dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu kunci sukses seorang wartawan dan juga kunci sukses institusi tempatnya bekerja.masyarakat pembaca, pendengar, dan pemirsa tidak boleh kehilangan kperecayaan dan informasi yang dipublikasikan.sekali saja masyarakat merasa dibohongi, maka boleh jadi selamanya kepercayan akan hilang.dan kondisi seperti itu merupakan awal kehancuran karir wartawan atau lembaga itu sendiri.”semakin baik seorang semakin baik mendekati objektivitas.
2.      Responsif
                Pebisnis yang baik adalah selalu mau menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan pelanggan.jika ada masalah selesaikan lah setiap pertanyaan dari konsumen sebaiknya dijawab dengan baik dan benar agar konsumen puas dengan respon anda dan tetap loyal.
3.      Akurasi
           Unsure pokok dalam etika komunikasi massa adalah ketepatan data atau informasi yang disiarkan kepada khalayak.pada pokok ini penyaji informasi diharuskan untuk menyajikan informasi yang akurat dalam artian berita itu benar adanya dan tidak dibuat-buat.sehingga selain media pada saat ini sudah berkembang pesat, mulai media resmi atau mempunyai izin dan media yang tidak berizin, jika organisasinya ingin bertahan lama atau dapat dipercaya khalayak maka hal ini patut untuk dilakukan oleh organisasi media demi menjaga kepercayaan dan pencitraan kepada masyarakat.sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas.
4.      Bebas dan Bertanggung Jawab
Pada tahapan ini pemakalah mengartikan bahwa pelau media khususnya pada pemburu berita ketika melihat secaralangsung ada kecelakaan, yang mana dalam situasi tersebut tidak seorangpun yang mengetahui dan hanya pemburu berita itulah yang mengetahuinya.dalam situasi ini tindakan yang segera diambil adalah meliput terlebih dahulu, melainkan menolong baru meliput.karena jika yang dilakukan demikian maka unsure dalam poko etika komunikasi massa tidak akan hilang dan wartwan tesebut akan menadapatka keduanya.
5.      Kritik Konstruktif
Dalam hal ini media masswa sanagat berperan aktif sekali untuk menilai kejadian-kejadian yang memerlukan kritikan atau sorotan dari media untuk di informasikan kepada masyarakat.hanya saja kritik yang bersifat membangun atau dari informasi yang mereka sajikan kepada khalayak diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat kepada hal yang positif.karena media sendiri mempunyai andil yang sangat besar dalam pencitraan terhadap khalayak diharapkan dapat mempengaruhi masyarakat kepada hal yang positif.

BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1  Kesimpulan

Dalam Perspektif komunikasi pembahasan tentang etika komunikasi akan dititikberatkan pada pengertian etika itu sendiri.pertimbangan etis bukan hanya di antara baik dan buruk, juga bahkan diantara baik dan buruk, etika juga harus merujuk kepada patokan nilai, standar benar dan salah.setiap orang mudah menerbitkan surat kabar atau majalah dan mendirikan stasiun televisi atau radio siaran.peran etika tentu sangat penting terutama bagi para pengelola dan media tersebut.Media massa adalah alat-alat dalam komunikasi yang bias menyebarkan pesan secara serempak, cepat kepada audience luas dan heterogen.kelebihan media masa disbanding dengan jenis komunikasi lain adalah ia bias mengatasi hambatan dan waktu.bahakan media massa mampu menyebarkan pesan hampir seketika pada waktu yang tidak terbatas.media massa memberikan informasi tentang perubahan yang lebih baik.dan cirri utama dari media massa adalah ditujukan pada kontak perseorangan.

5.2  Saran

Dari kesimpulan diatas maka penulis memberikan saran kepada Pihak Media massa Pihak media massa dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengetahui bagaimana pentingnya etika ank ode etik untuk menulis di media massa tersebut.Hendaknya melakukan perbaikan dan pembenahan supaya lebih baik lagi didalam memberikan berita kepada khalayak umum.
.
DAFTRA PUSTAKA